Facebook Page

SELAMAT DATANG DI BLOG SATBRIMOBDA KALTARA

Minggu, 13 Maret 2016

Crosser Wanita Ramaikan Kejurprov Seri I

TARAKAN – Persaingan memperebutkan poin di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Grasstrack Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2016 dimulai kemarin (12/3).
Sebanyak 116 crosser dari Malinau, Nunukan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Bulungan, dan Tarakan, tampil di seri pertama yang digelar di sirkuit Mako Brimob Tarakan.  
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltara Krisbowo, mengungkapkan seri pertama menjadi seri pembuka untuk cabang grasstrack. Setelah ini, masih ada beberapa seri yang akan digelar di sejumlah daerah di Kaltara.
“Kita belum tentukan berapa seri, karena rakerprov belum terlaksana. Namun, minimal grasstrack ada tiga seri. Di Nunukan, KTT, dan Bulungan tidak menutup kemungkinan,” cetus Krisbowo, usai menghadiri pembukaan kejurprov seri pertama, kemarin.
Selain persaingan ketat di antara crosser-crosser top Kaltara, yang menarik dari penyelenggaraan seri pertama ini, karena dilombakannya kelas wanita yang masuk dalam kelas tambahan. Tercatat ada 9 crosser wanita yang ikut ambil bagian.
Ini merupakan terobosan baru sepanjang penyelenggaraan kejurprov grasstrack di Tarakan maupun Kaltara dan menjadi bahan masukan bagi IMI Kaltara untuk pembinaan cabang grasstrack kelompok wanita.
“Bagus juga dalam rangka pengembangan hal yang positif. Sementara masih eksibisi aja, intinya masih kita perkenalkan dulu,” cetus pria yang juga menjabat Ketua harian KONI Tarakan ini.
Sementara itu, Kepala Detasemen C Pelopor Kompol Dieno Hendro Widodo, mengaku puas karena semua daerah di Kaltara mengirim perwakilannya di seri pertama ini. Selain itu, kejuaraan ini juga diikuti crosser dari luar Kaltara.
“Dari luar ada tapi tidak hitung poin. Dari Palu dan Bandung satu crosser,” cetus pria yang juga Komandan Detasemen C Pelopor Brimob Polda Kaltim ini.
Sumber : bulungan.prokal.co

Brimob Kembali Amankan Pengedar Sabu

TARAKAN - Tidak butuh waktu lama, usai mengamankan tersangka kasus pengedar sabu berinisal JU di Gang Sebengkok Waru, Kelurahan Sebengkok.
Jajaran Intel Brimob (intelmob) Detasement C Pelopor Brimob Polda Kaltim, kembali mengamankan RT alias KO, tersangka lain, setelah mengorek informasi dari tersangka JU.
Kepala Detasemen C Pelopor Brimob Polda Kaltim, Kompol Dieno Hendro Widodo, SIK melalui Kanit intelmob Bripka Suprianto, mengatakan penangkapan KO berdasarkan informasi dari JU saat dilakukan pemeriksaan di Mako Brimob Detasemen C Pelopor.
“Sebelum diserahkan ke Polres Tarakan, kami sempat menggali informasi dari tersangka JU. Setelah itu, baru kami melakukan pengembangan untuk meringkus KO yang merupakan tempat JU mengambil barang narkoba itu,” beber Suprianto.
Ditambahkannya, sebelum melakukan penagkapan terhadap tersangka KO, terlebih dahulu, pihaknya melakukan pengintaian terhadap tersangka di Jalan Flamboyan RT 28, Kelurahan Karang Anyar. Setelah KO keluar rumah, pihaknya pun langsung menciduk tersangka.
“Begitu keluar dari rumahnya langsung kami amankan. Tidak hanya itu, kami juga melakukan penggeledahan barang bawaannya dan ditemukan sabu-sabu sebanyak 7 bungkus dengan berat 5,28 gram dan 2,5 butir pil ekstasi yang disembunyikannya dalam tas,” bebernya.
Saat dilakukan penangkapan, KO sempat melakukan perlawanan dengan berusaha memberontak. Namun usahanya sia-sia karena personel Brimob lebih sigap.
“Kami berhasil menemukan barang bukti lainnya seperti tiga unit handphone, gunting, serta uang tunai yang diduga hasil penjualan sabu-sabu sebesar Rp 1,5 juta. Selain itu, kami juga mengamankan sepeda motor tersangka KT 4817 YF,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, sekitar jam 02.00 Rabu dinihari lalu, jajaran Intelmob Detasemen C Brimob Polda Kaltim menangkap JU dan mengamankan 14 poket sabu-sabu yang disembunyikan di dompet tersangka.
Sumber : bulungan.prokal.co

Selasa, 23 Februari 2016

Intelmob Den C Por grebek transaksi narkoba di lingkungan Sekolah




TARAKAN - Bahaya narkoba di Tarakan semakin menghawatirkan, tidak hanya di rumah, hotel, tempat hiburan dan lembaga pemasyarakatan. Kini lingkungan sekolah juga menjadi tempat transaksi dan pesta sabu-sabu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya tangkapan Intelmob Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim yang berhasil menggagalkan empat tersangka berinisial OW, AH, ZU dan CD dari keempat tersangka tersebut, OW merupakan PNS BPBD Tarakan dan AH bekerja sebagai sekuriti di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 3 Tarakan, tempat dimana keempatnya (tersangka, Red) melakukan transaksi dan pesta sabu-sabu. Penangkapan OW, AH, ZU dan CD bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui kalau SMP Negeri 3 sering dijadikan transaksi sabu-sabu, mendapatkan laporan tersebut, satresintel brimob langsung melakukan pengintaian. Alhasil setelah dilalukan pengintaian, Selasa (23/2) sekitar pukul 00.05 Wita, Intelmob Detasemen C melihat orang mencurigakan dan keluar masuk dilingkungan SMP Negeri 3 Tarakan menggunakan sepeda motor. Setelah dilakukan penggeledahan petugas berhasil mengamankan kemempat tersangka yang pesta sabu di kantin SMP Negeri 3 Tarakan.
Dari hasil penggerebekan tersebut, Intelmob Detasemen C Pelopor berhasil mengamankan barang bukti 3,5 ball sabu dengan berat 170,40 gram. Disamping itu juga berhasil diamankan barang bukti (BB) berupa dua sendok takaran yang masih berisi sabu-sabu, gunting, timbangan digital, uang tunai diduga hasil penjualan sabu sebesar 412 ribu, pelastik pembungkus, tas warna hitam dan satu unit handphone. (*/ima/uki)
Sumber : http://bulungan.prokal.co/ ‎‎

Selasa, 22 Desember 2015

SUBSATGAS BRIMOB TANGGAP BENCANA DETASEMEN C PELOPOR BANTU EVAKUASI KORBAN GEMPA TARAKAN

TARAKAN - Subsatgas Penanggulangan Bencana Brimob Detasemen C Pelopor membantu mengevakuasi  para korban musibah gempa yang terjadi di Kota Tarakan. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, gempa bumi terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Utara pada Senin Tanggal 21 Desember 2015 dini hari . Gempa dengan kekuatan 6,1 skala Richter tersebut dirasakan oleh masyarakat Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Bulungan. Bahkan data BMKG menyebutkan sudah terjadi lebih dari 16 kali gempa susulan setelah gempa pertama terjadi sehingga mengakibatkan kepanikan warga pinggir pantai karena khawatir akan ada tsunami. Selain itu gempa juga merusak 7unit rumah warga. 
Subsatgas Brimob saat itu bergerak dari Mako Briomob Detasemen C Pelopor pada pukul 08.00 WITA membawa peralatan seperti sekop, linggis, gerobak dan sebagainya. Sesampai di rumah korban para anggota langsung bergegas membersihkan sisa-sisa reruntuhan. Selain itu juga sebagian anggota membantu para korban untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Kompol Dieno Hendro Widodo, SIK menegaskan bahwasanya kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen dari Subsatgas tanggap Bencana yang dibentuk Satbrimob Polda Kaltim untuk membantu masyarakat khususnya korban bencana alam yang terjadi di Wilayah Kalimantan Utara. Kompol Dieno menambahkan Brimob siap untuk turun membantu lagi jika ada masyarakat yang melapor dan meminta bantuan pihaknya untuk melakukan pembersihan maupun perbaikan rumah yang rusak akibat gempa. “Kalau ada yang melapor kita akan turun lagi,” ungkapnya sembari berharap pihak terkait segera turun memberikan bantuan agar para korban bisa diringankan bebannya.
Berdasarkan informasi dari BMKG Kota Tarakan, Meskipun terbilang langka, berikut beberapa gempa yang pernah terjadi di Pulau Kalimantan. Kota Tarakan pernah dikejutkan gempa pada Maret 2005 namun dilaporkan tidak ada kerusakan ataupun korban. Pada 12 November 2007, masyarakat Tarakan kembali dikejutkan gempa 5,5 SR dengan kedalaman 50 km dan pusat gempa di laut dengan jarak 214 km tenggara Tarakan, disebabkan aktivitas sesar aktif di perairan Kaltim.
Pada hari Jumat tanggal 14 November 2014 dini hari, Tarakan kembali diguncang gempa bumi, warga Tarakan sempat berhamburan keluar rumah dan sebagian besar takut gempa susulan. Pada Rabu 25 Februari 2015 pukul 09:31 WITA dilaporkan telah terjadi gempa 5,7 SR dengan pusat gempa berada di laut berjarak 413 km Timur Laut Kota Tarakan, kedalaman 10 km, gempa tidak berpotensi tsunami dan tidak dirasakan namun disebabkan oleh aktivitas sesar berarah Barat Daya-Timur Laut antara Pulau Kalimantan dan Filipina. Gempa seperti ini juga pernah terjadi pada 20 Januari 2015, kekuatan 5,6 SR, kedalaman 10 km dan terjadi di 289 km Timur Laut Tarakan.
Dari fakta-fakta di atas dapat diambil kesimpulan bahwa walaupun Pulau Kalimantan tidak dilalui oleh lempeng tektonik dan juga tidak memiliki gunung api, bukan berarti gempa bumi tidak akan terjadi dan tidak pula luput dari ancaman tsunami.
Untuk itu, Subsatgas Brimob Detasemen C Pelopor menghimbau warga agar lebih waspada dan tanggap terhadap bahaya gempa bumi, yang sewaktu-waktu kapan dan di manapun akan terjadi. Pengkajian bahaya dan risiko gempa bumi sangat penting untuk pengembangan strategi mitigasi yang tepat.*Ries