Facebook Page
Senin, 13 Juli 2015
Kamis, 18 Juni 2015
Rabu, 10 Juni 2015
RESIMEN PELOPOR ..... Pasukan elit yang terlupakan.
Jauh dimasa lalu ketika hiruk-pikuk mesin perang dan konfrontasi
bersenjata masih meliputi air, udara, dan tanah Indonesia, ketika
Republik ini masih berusia seumur jagung, pada masa pemerintah berjuang
untuk mempertahankan keberadaan Republik yang masih belia ini dari
serangan penjajah Belanda dan rongrongan pemberontak, dari tubuh
kepolisian Negara Republik Indonesia lahir sebuah pasukan khusus yang
memiliki kemampuan dan keberanian menggetarkan. Sebuah pasukan yang di
hormati oleh kawan dan disegani lawan.
Reputasi yang di dapat pasukan ini bukan berasal dari serangkaian
pencitraan, bukan pula dari mitos yang di agungkan melalui berbagai
media layaknya mitos-mitos pasukan khusus yang kita dengar sekarang ini,
melainkan melalui rangkaian perjuangan panjang yang menuntut keuletan,
keterampilan, ketabahan, ketahanan, keberanian, dan upaya yang terkadang
melampaui kesanggupan manusia normal.
Sebenarnya, hal-hal tersebut adalah biasa bagi para
prajurit, mengingat bahwa mau tidak mau mereka harus siap diturunkan di
berbagai medan, namun yang membedakannya, atau yang membuat mereka layak
di beri sandangan sebagai pasukan khusus adalah hasil dan kearifan
mereka dalam menjalankan tugas.
Pada masa kejayaannya, Resimen Pelopor, nama pasukan tersebut
merupakan sebuah "mesin perang" yang efektif dan efesien. Setidaknya
mereka merupakan gambaran ideal dari sebuah pasukan khusus: berani,
berkemampuan tinggi, efektif dan efesien dalam menjalankan tugas.
Dimanapun mereka di turunkan, dimanapun mereka ditugaskan, para anggota
pasukan ini seolah memiliki semboyan bahwa itu adalah penugasan terahir
mereka sehingga mereka memiliki semangat yang meluap-luap.
Sayangnya, gelombang sejarah menenggelamkan kesatuan ini dalam palung
terdalam. Ketika terjadi pergantian penguasa, keberlangsungan pasukan
inipun berakhir. Kerja keras, pengorbanan, jasa, dan risalah mereka
turut terkubur hingga seolah mereka tidak pernah ada. Yang lebih ironis
lagi, kisah kehebatan mereka nyaris tak di tulis dalam sejarah dan hanya
menjadi cerita pengantar tidur anak-anak, cucu, dan saudara terdekat
para mantan anggota pasukan tersebut.
Inilah buku yang mengulas kisah para prajurit hebat yang terlupakan dan
nyaris tanpa sejarah itu. Ditulis berdasar cerita, wawancara, dan
sumber-sumber lainnya, buku ini berupaya merekonstruksi sejarah dan
heroisme Resimen Pelopor, pasukan elit yang terlupakan.
Sumber : http://www.watukosek11.com
Apa sih BRIMOB itu ...?
Bila mendengar kata Brimob, sebagian orang mungkin akan bingung, apaan sih ... ?
tentaranya Polisi
kali ye ...? Trus bagaimana dengan sodare2 kite yang suka demo bikin
jalanan macet tuh, apakah mereka tahu juga apa itu Brimob. Sedikit
banyak pasti tahulah, tapi kalo sudah memakai pakean PHH apakah mereka
bisa bedakan mana Brimob mana satpol PP. Lho kok satpol PP sih ...?
Jangankan anda orang awam, saya yang Brimob tulen aja kalo dari jauh juga kadang suka bingung, ini teman saya apa bukan ya ? Itulah fenomena yang lagi ngetrend sekarang ini, "militeristik abis". Pertanyaannya, Brimob yang lagi berbenah diri untuk menjadi Polisi sipil, trus kok ada sipil yang ke Brimob-brimobpan atau militer-militeran? Mau perang kali ye ...?
Truss ... bedanya apa donk ...? ya beda bangetlah! gampangnya gini aja deh, kalo yang berhadapan sama massa di depan istana negara sudah pasti itu Brimob, truss kalo yang bongkar2 kiosnya pedagang kaki lima itu siapa? yo ndak taulah ... mosok Brimob, urusannya apa?.
Tuh, tambah bingung kan?
Udah deh, ngga usah dipersoalkan mau Brimob kek, satpol PP kek, intinya kita semua harus tahu sejarah Brimob itu. Setuju kan ??? Ingat kata pepatah, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai Jasa para Pahlawannya. Bagaimana supaya bisa menghargai, baca dulu donk sejarahnya ... Saya kutip dari bukunya Sutjipto Danukusumo "Hari-hari bahagia bersama Rakyat."
Jangankan anda orang awam, saya yang Brimob tulen aja kalo dari jauh juga kadang suka bingung, ini teman saya apa bukan ya ? Itulah fenomena yang lagi ngetrend sekarang ini, "militeristik abis". Pertanyaannya, Brimob yang lagi berbenah diri untuk menjadi Polisi sipil, trus kok ada sipil yang ke Brimob-brimobpan atau militer-militeran? Mau perang kali ye ...?
Truss ... bedanya apa donk ...? ya beda bangetlah! gampangnya gini aja deh, kalo yang berhadapan sama massa di depan istana negara sudah pasti itu Brimob, truss kalo yang bongkar2 kiosnya pedagang kaki lima itu siapa? yo ndak taulah ... mosok Brimob, urusannya apa?.
Tuh, tambah bingung kan?
Udah deh, ngga usah dipersoalkan mau Brimob kek, satpol PP kek, intinya kita semua harus tahu sejarah Brimob itu. Setuju kan ??? Ingat kata pepatah, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai Jasa para Pahlawannya. Bagaimana supaya bisa menghargai, baca dulu donk sejarahnya ... Saya kutip dari bukunya Sutjipto Danukusumo "Hari-hari bahagia bersama Rakyat."
Hal 7 alinea ke 2 :
Awal dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia adalah Badan Keamanan Rakyat, Pasukan Polisi Istimewa, Pasukan Polisi Pejuang Republik Indonesia, Pasukan Pemuda Republik Indonesia, Laskar Hisbullah, serta banyak pasukan dan laskar-laskar lainnya yang dibentuk atas inisiatif rakyat atas dasar kesadaran, tekad, dan kerelaan untuk mengabdi kepada Nusa dan Bangsa.
Hal 12 alinea ke 3 :
Dalam perjuangan bersenjata itu, Pasukan Polisi Iistimewa, kemudian berganti nama menjadi Mobile Brigade (Mobrig) pada 14 November 1946, kemudian nama itu di Indonesiakan pada tahun 1962 menjadi Brigade Mobil (Brimob)
Hal 36-37 :
Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain," kata Dr Ruslan Abdulgani, tokoh pejuang yang turut berperan aktif dalam Palagan 10 Nopember 1945. Sementara itu Mayjen TNI AD Sudarto, mantan ajudan Presiden Soekarno, menjelaskan secara gamblang,"Omong kosong ," katanya, ""jika ada yang mengaku dalam bulan Agustus 1945 memiliki pasukan bersenjata, yang ada hanya Pasukan Polisi Istimewa, dan tanpa pasukan ini tidak akan ada hari Pahlawan 10 November 1945."
Mayor TNI AD (Pur) R Kadim Prawirodirdjo meneguhkan ucapan Brigjen Sudarto. Pejuang kemerdekaan-saat ini berdomisili di Yogyakarta-Ketua BKR, Wakil ketua KNI, Danrem BKR 17 September 1945, Wakil Presiden, wakil ketua Badan Pertahanan Rakyat Surabaya, yang juga komandan Resimen Surabaya Selatan, 28 Oktober 1945 dan menjadi wakil PP Perang 10 Nopember 1945, menjelaskan secara gamblang, bahwa sesungguhnya pada saat pelucutan senjata Jepang, TKR belum terbentuk. Pada waktu itu hanya Polisi (baik Polisi Umum, maupun CentralSpecial Police, dan Polisi Istimewa) yang memiliki senjata. Merekalah yang memelopori pelucutan senjata jepang.
Selanjutnya Kadim menjelaskan, bahwa pasukan Polisi Istimewa, maju di depan bersama-sama dengan rakyat melucuti jepang. Lagi pula Jepang hanya mau menyerahkan senjata kepada Polisi. Jadi bisalah dikatakan, bahwa perang kemerdekaan pada waktu itu adalah perang rakyat, perang para prajurit, yang tanpa Polisi maka jalannya sejarah perjuangan bersenjata bangsa Indonesia akan berjalan lain.
Polisi Istimewa-M.B.K Surabaya-memang telah menjalankan peranan penting dan strategis dalam sejarah perjuangan bangsa. Pasukan Polisi Istimewa- semenjak 14 Nopember 1946 menjadi Mobile Brigade Keresidenan Surabaya- sudah merupakan Kesatuan Besar dengan kebyar kiprahnya yang gilang gemilang. Sehingga tak heran bila Mobile Brigade sebagai sebuah kesatuan militer menerima anugrah Tanda Djasa Pahlawan(biasanya diterima seorang secara pribadi) atas jasa di dalam perjuangan gerilya membela kemerdekaan negara. Dan I.P. I Mayjen Pol (Pur) Sutjipto Danoekusumo, komandan Polisi Istimewa Surabaya/M.B.K Surabaya, menerima Satya Lencana Cikal Bakal Tentara Nasional Indonesia.
Awal dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia adalah Badan Keamanan Rakyat, Pasukan Polisi Istimewa, Pasukan Polisi Pejuang Republik Indonesia, Pasukan Pemuda Republik Indonesia, Laskar Hisbullah, serta banyak pasukan dan laskar-laskar lainnya yang dibentuk atas inisiatif rakyat atas dasar kesadaran, tekad, dan kerelaan untuk mengabdi kepada Nusa dan Bangsa.
Hal 12 alinea ke 3 :
Dalam perjuangan bersenjata itu, Pasukan Polisi Iistimewa, kemudian berganti nama menjadi Mobile Brigade (Mobrig) pada 14 November 1946, kemudian nama itu di Indonesiakan pada tahun 1962 menjadi Brigade Mobil (Brimob)
Hal 36-37 :
Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain," kata Dr Ruslan Abdulgani, tokoh pejuang yang turut berperan aktif dalam Palagan 10 Nopember 1945. Sementara itu Mayjen TNI AD Sudarto, mantan ajudan Presiden Soekarno, menjelaskan secara gamblang,"Omong kosong ," katanya, ""jika ada yang mengaku dalam bulan Agustus 1945 memiliki pasukan bersenjata, yang ada hanya Pasukan Polisi Istimewa, dan tanpa pasukan ini tidak akan ada hari Pahlawan 10 November 1945."
Mayor TNI AD (Pur) R Kadim Prawirodirdjo meneguhkan ucapan Brigjen Sudarto. Pejuang kemerdekaan-saat ini berdomisili di Yogyakarta-Ketua BKR, Wakil ketua KNI, Danrem BKR 17 September 1945, Wakil Presiden, wakil ketua Badan Pertahanan Rakyat Surabaya, yang juga komandan Resimen Surabaya Selatan, 28 Oktober 1945 dan menjadi wakil PP Perang 10 Nopember 1945, menjelaskan secara gamblang, bahwa sesungguhnya pada saat pelucutan senjata Jepang, TKR belum terbentuk. Pada waktu itu hanya Polisi (baik Polisi Umum, maupun CentralSpecial Police, dan Polisi Istimewa) yang memiliki senjata. Merekalah yang memelopori pelucutan senjata jepang.
Selanjutnya Kadim menjelaskan, bahwa pasukan Polisi Istimewa, maju di depan bersama-sama dengan rakyat melucuti jepang. Lagi pula Jepang hanya mau menyerahkan senjata kepada Polisi. Jadi bisalah dikatakan, bahwa perang kemerdekaan pada waktu itu adalah perang rakyat, perang para prajurit, yang tanpa Polisi maka jalannya sejarah perjuangan bersenjata bangsa Indonesia akan berjalan lain.
Polisi Istimewa-M.B.K Surabaya-memang telah menjalankan peranan penting dan strategis dalam sejarah perjuangan bangsa. Pasukan Polisi Istimewa- semenjak 14 Nopember 1946 menjadi Mobile Brigade Keresidenan Surabaya- sudah merupakan Kesatuan Besar dengan kebyar kiprahnya yang gilang gemilang. Sehingga tak heran bila Mobile Brigade sebagai sebuah kesatuan militer menerima anugrah Tanda Djasa Pahlawan(biasanya diterima seorang secara pribadi) atas jasa di dalam perjuangan gerilya membela kemerdekaan negara. Dan I.P. I Mayjen Pol (Pur) Sutjipto Danoekusumo, komandan Polisi Istimewa Surabaya/M.B.K Surabaya, menerima Satya Lencana Cikal Bakal Tentara Nasional Indonesia.
Gimane ...? udah ada gambaran tentang
Brimob? Ternyata ya, Brimob itu bukan pasukan yang terbentuk kemarin
sore. Tanda jasanya frend ... Satya Lencana Cikal Bakal Tentara Nasional
Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas dasar peran Kepolisian Kota
dan Daerah Keresidenan Surabaya, yang begitu besar jasanya dalam membina
dan membangkitkan semangat perjuangan pemuda dan rakyat Surabaya untuk
melakukan perlawanan terhadap kolonialis.
Ada tanggapan atau komentar? silahkan jangan sungkan2. Rakyat Indonesia harus tahu kiprah Brigade Mobil Polri dalam mewujudkan Kemerdekaan NKRI. Oke, langsung klik aja kalimat komentar di bawah ini.
Ada tanggapan atau komentar? silahkan jangan sungkan2. Rakyat Indonesia harus tahu kiprah Brigade Mobil Polri dalam mewujudkan Kemerdekaan NKRI. Oke, langsung klik aja kalimat komentar di bawah ini.
Sumber : http://www.watukosek11.com
Langganan:
Postingan (Atom)




